, ,

Jumat Kelam: Hujan Deras Terjang Cimahi, 2 Mobil Tertelan Banjir

oleh -1095 Dilihat

Cimahi Tenggelam: Kisah Di Balik Banjir yang Merendam 2 Mobil dan Mengisolasi Warga

Diskusi Cimahi– Jumat sore, (17/10/2025), langit di atas Kota Cimahi berubah gelap gulita. Awan mendung pekat yang telah menggantung sejak siang seolah menahan napas, sebelum akhirnya melepaskan segala muatannya menjelang magrib. Bukan sekadar rintik, melainkan hujan deras yang disertai tiupan angin kencang, mengubah jalanan yang semula ramai menjadi arena pertarungan warga melawan amukan air.

Dalam hitungan jam, Cimahi yang dikenal sebagai kota persimpangan itu berubah wajah. Genangan air yang awalnya hanya menggenangi tepi jalan, dengan cepat berubah menjadi banjir yang mengamuk, memutus arus lalu lintas dan meneror para penghuni kendaraan.

Titik-Titik Rawan yang Menjadi Kubangan Air

Hujan dengan durasi yang cukup lama itu dengan cepat melampaui kapasitas saluran air. Beberapa titik yang dikenal sebagai langganan banjir pun tak mampu bertahan.

  1. Simpang Kolonel Masturi: Persimpangan yang biasanya ramai oleh kendaraan ini berubah menjadi lautan coklat. Arus air yang deras, meluap dari saluran yang tak mampu menampung, menerjang dengan ganas. Pengendara motor menjadi korban pertama. Beberapa dari mereka terpeleset dan terjatuh, terhanyut oleh arus sebelum berhasil bangkit. Mobil pun tak berdaya, memilih untuk berbalik arah atau menepi, menunggu ketidakpastian.

  2. Jalan Amir Machmud: Ruas jalan ini juga tak luput dari kepungan banjir, memperparah kemacetan dan menambah daftar ruas yang harus dihindari.

  3. Jalan Anggaraja, Cipageran – Jalur Alternatif yang Ternyata Buntu: Inilah titik yang mengalami insiden paling parah. Jalan yang menjadi akses alternatif vital dari Cimahi menuju Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), itu praktis “lenyap” dari peta. Banjir yang menggenang bukan hanya tinggi, tetapi juga menghanyutkan, membuat akses transportasi terputus total.

Kota Cimahi Terendam Banjir, Arus Lalu Lintas Sempat Terputus

Baca Juga: Dalam Operasi Intelijen, Kejari Cimahi Ungkap Modus Penipuan Rekrutmen PNS Palsu

Drama Penerobosan Banjir: Dua Mobil dan Nyali yang Berujung Maut

Di tengah derasnya hujan dan naiknya genangan, muncul kisah heroik sekaligus penuh peringatan. Yanyan, seorang warga setempat, menjadi saksi mata dari sebuah drama yang hampir berakhir tragis.

“Tadi awalnya itu hujan deras dulu setelah magrib, memang deras banget. Setengah jam kemudian baru banjir,” ujarnya, menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah.

Menurut penuturannya, ada dua mobil yang mencoba menerobos banjir di Jalan Anggaraja. Mereka mungkin mengira genangan masih bisa ditembus, atau terpaksa mengambil risiko karena suatu urgensi. Namun, nasib berkata lain. Kedua mobil itu mati di tengah-tengah kubangan, terperangkap di pusat banjir yang paling dalam.

Solidaritas warga segera muncul. Satu mobil berhasil diselamatkan dengan cara didorong secara gotong royong ke tempat yang lebih tinggi. Namun, satu mobil lagi masih terjebak dalam posisi yang sulit.

“Yang satu berhasil didorong, nah yang 1 lagi belum. Lebih susah, karena pas banget di tengah-tengah,” lanjut Yanyan. “Penumpang sama sopir sudah keluar, memang memaksa lewat karena enggak tahu banjirnya dalam.”

Kalimat terakhir itu menjadi pengingat pahit betapa berbahayanya menerka-nerka kedalaman banjir. Naluri untuk “memaksa lewat” seringkali mengalahkan pertimbangan keselamatan, dan pada malam itu, harga yang harus dibayar adalah mobil yang terendam dan nyaris yang melayang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.