, ,

Di Tengah Gejolak Harga, Cimahi Hadirkan Pangan Murah Langsung dari Kantor Pemkot

oleh -1052 Dilihat

Cimahi Melawan Inflasi: Strategi Nyata di Tengah Gejolak Harga Pangan

Diskusi Cimahi– Di tengah bayang-bayang kenaikan harga pangan yang menghantui masyarakat Indonesia, Pemerintah Kota Cimahi hadir dengan sebuah terobosan konkret. Pada Kamis, 9 Oktober 2025, halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berubah menjadi pusat harapan bagi ratusan warga. Mereka antre dengan raut wajah penuh harap, bukan untuk mengurus administrasi, melainkan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Inilah wajah dari Gerakan Pangan Murah Pangan Pokok dan Segar Cimahi (GPM Pangsi), sebuah program yang menjadi ujung tombak upaya pengendalian inflasi di kota ini.

Gerakan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan strategi cerdas yang dirancang untuk langsung menyentuh akar permasalahan: stabilitas harga di tingkat konsumen. Dengan menyediakan beras SPHP (Harga Khusus), beras premium, minyak goreng, bawang, dan telur ayam yang dijual di bawah harga pasar, Pemkot Cimahi melakukan intervensi langsung yang dampaknya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.

Mengurai Benang Kusut Inflasi Kota Cimahi

Inflasi, terutama yang didorong oleh kenaikan harga pangan (inflasi inti), adalah musuh nyata daya beli masyarakat. Kenaikan beberapa puluh rupiah saja pada harga beras atau minyak goreng dapat menggoyahkan anggaran rumah tangga. Cimahi, sebagai kota dengan mobilitas dan dinamika ekonomi yang tinggi, sangat rentan terhadap gejolak ini.

Wakil Wali Kota Cimahi Harapkan GPM PANGSI Stabilkan Harga Sembako dan Tekan Inflasi Jelang Lebaran - Pikiran Rakyat Jabar

 

Baca Juga: Gelombang Kenaikan Harga Emas Antam Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

GPM Pangsi hadir sebagai “shock therapy” untuk meredam volatilitas harga. Dengan menawarkan barang-barang pokok yang harganya 10-15% lebih murah dari pasar, program ini menciptakan beberapa efek positif sekaligus:

  1. Penurun Ekspektasi Inflasi: Ketika warga tahu ada alternatif harga yang lebih murah dari pemerintah, tekanan psikologis untuk menimbun atau membeli dalam jumlah panik berkurang. Ini meredam spekulasi dan permintaan berlebihan yang memicu kenaikan harga.

  2. Stabilitas Harga Pasar: Keberadaan GPM Pangsi menjadi “benchmark” atau patokan bagi pedagang di pasar tradisional. Mereka tidak bisa semena-mena menaikkan harga karena konsumen memiliki pilihan lain yang lebih murah dari pemkot. Hal ini menciptakan persaingan sehat dan mendisiplinkan harga di pasaran.

  3. Bantuan Langsung Berbasis Kebutuhan: Berbeda dengan bantuan tunai yang mungkin tidak selalu digunakan untuk membeli pangan, GPM Pangsi memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pokok yang paling mendasar.

Lebih Dari Sekadar Bazar Murah: Pendekatan Multi-Pihak

Keberhasilan GPM Pangsi tidak lepas dari kolaborasi yang erat antara Pemkot Cimahi dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog dan para distributor pangan. Penyediaan beras SPHP, misalnya, menunjukkan adanya sinergi yang baik dengan pemerintah pusat untuk memastikan stok beras stabil dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, pemilihan lokasi di kantor pemkot juga memiliki nilai strategis. Lokasi yang mudah diakses dan terpercaya meningkatkan partisipasi warga. Kehadiran para pejabat dan aparat setempat dalam mengawasi distribusi juga memastikan transparansi dan mencegah praktik penimbunan atau pembelian oleh pedagang yang ingin mengambil keuntungan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.