, ,

Dalam Upaya Wujudkan Generasi Sehat, NFA Pastikan Keamanan 3.989 Porsi MBG di Cimahi

oleh -1120 Dilihat

NFA Kawal Ketat Keamanan Pangan, 3.989 Porsi Makanan Bergizi di Cimahi Terjamin Setiap Hari

Diskusi Cimahi- Dalam upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, Badan Pangan Nasional (NFA) memastikan bahwa aspek keamanan pangan menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen ini tidak hanya sebatas wacana, tetapi diimplementasikan secara nyata di lapangan, salah satunya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Arara Visi Hijau (AVH) di Kota Cimahi.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, menegaskan hal tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke fasilitas SPPG AVH di Pasirkaliki, Kota Cimahi, pada Kamis (2/10/2025).

“Keamanan pangan adalah fondasi utama dalam program MBG. Makanan yang masuk ke anak-anak harus benar-benar aman, bergizi, dan berkualitas. Karena jika tidak aman, itu bukan pangan,” tegas Andriko dengan lugas.

Disiplin dari Dapur hingga ke Meja Makan

Andriko menjelaskan, untuk memastikan makanan yang sampai ke anak-anak benar-benar terjamin, seluruh mata rantai pasok harus dikawal dengan ketat. Proses tersebut dimulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi harus tunduk pada standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.

Dalam Upaya Wujudkan Generasi Sehat, NFA Pastikan Keamanan 3.989 Porsi MBG di Cimahi
Dalam Upaya Wujudkan Generasi Sehat, NFA Pastikan Keamanan 3.989 Porsi MBG di Cimahi

Baca Juga: Dalam Upaya Tingkatkan Minat Baca, DWP Cimahi Jadikan Ibu sebagai Garda Terdepan Literasi Keluarga

“Arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) jelas, semua makanan yang dikonsumsi anak-anak kita harus berkontribusi untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Karena itu kami pesankan kepada kasatpel, ahli gizi, tenaga akuntan, dan pengelola dapur agar disiplin menjalankan standar pengolahan yang baik,” lanjutnya.

SPPG AVH Cimahi sendiri telah beroperasi sejak Januari 2025. Setiap harinya, dapur yang dikelola dengan profesional ini menyalurkan sebanyak 3.989 porsi MBG untuk memenuhi gizi anak-anak di 17 sekolah dan 15 posyandu di wilayahnya. Pencapaian yang patut diacungi jempol adalah, hingga saat ini, belum pernah tercatat satu pun kasus keracunan pangan yang berasal dari makanan yang disalurkan SPPG ini.

Fasilitas yang lengkap, mulai dari cold storage untuk menyimpan bahan segar, ruang masak yang tertata, area pemorsian yang higienis, hingga sarana sanitasi yang memadai, menjadi tulang punggung keberhasilan operasional ini. Dukungan dari kasatpel, ahli gizi, akuntan, dan relawan yang berdedikasi menyempurnakan ekosistem pemenuhan gizi yang aman ini.

Bukti Ilmiah: Bebas Residu Berbahaya

Komitmen NFA tidak berhenti pada pengawasan prosedural. Bukti keamanan pangan juga dibuktikan secara ilmiah. Andriko menyampaikan hasil uji cepat yang dilakukan bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) terhadap sampel sayur dan daging ayam yang digunakan.

“Alhamdulillah hasilnya bagus, tidak ada cemaran berbahaya. Hasil uji menunjukkan negatif untuk residu pestisida, logam berat, maupun formalin. Ini membuktikan bahwa pangan yang disajikan aman dan terjamin mutunya,” ungkap Andriko dengan nada kepuasan.

Meski demikian, NFA melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) tetap memberikan catatan perbaikan untuk peningkatan berkelanjutan. Beberapa masukan antara lain peningkatan higiene personel, penataan yang lebih optimal di cold storage, dan pemilihan pemasok yang telah bersertifikat.

“Ini penting agar kualitas terus meningkat. Standar keamanan pangan adalah proses yang dinamis, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik,” tambah Andriko.

Visi Besar di Balik Secangkir Sup

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan segar ini adalah bagian integral dari visi besar pemerintah untuk memperluas akses pangan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Program MBG ini harus kita kawal sungguh-sungguh. Badan Pangan Nasional mendukung program ini melalui pengawasan keamanan pangan segar sebelum diolah, karena ini menjadi satu rangkaian yang penting dalam memastikan pangan yang dikonsumsi oleh penerima itu benar-benar aman dan bergizi,” kata Arief.

Arief juga mengungkapkan langkah preventif yang diperkuat oleh NFA, salah satunya dengan mendistribusikan mobil laboratorium keliling dan rapid test kit ke berbagai daerah.

“Dengan alat itu, dalam hitungan menit kita bisa tahu ada tidaknya residu berbahaya. Ini adalah bentuk pemberdayaan, sehingga pemerintah daerah bisa aktif dan mandiri dalam menjaga pangan di wilayahnya tetap aman,” jelasnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.