Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, terus mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memanfaatkan produk pangan dan pertanian lokal. Tujuannya adalah menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kolaborasi dengan pelaku usaha daerah, Pemerintah menargetkan peningkatan ekonomi lokal dan perbaikan kualitas bahan pangan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menjelaskan bahwa SPPG memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi UMKM. Ia menilai pengelola SPPG sebaiknya menggandeng pasar tradisional, kelompok tani, dan produsen lokal. Kolaborasi ini memastikan mereka memasok bahan baku MBG secara konsisten.
“Jika SPPG memperkuat perannya, maka UMKM, pasar, dan kelompok lokal ikut berkembang,” ujarnya di Bandung.

Beberapa SPPG kini memilih produk lokal sebagai bahan utama. Para pengelola membeli bahan langsung dari pasar tradisional. Tindakan ini menjaga kualitas sambil mendorong perputaran ekonomi di Cimahi.
Dispangtan juga menjalankan pemeriksaan rutin terhadap seluruh bahan pangan. Petugas menilai kondisi setiap bahan sebelum pengelola mengolahnya di dapur SPPG. Dengan cara ini, mereka menjaga keamanan pangan. “Kami mengecek setiap bahan sebelum proses memasak. Kualitasnya sejauh ini sangat baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sayuran, bahan segar lain, dan daging harus memenuhi standar kesegaran yang pemerintah tetapkan. Dengan disiplin ini, SPPG dapat menyajikan menu yang bergizi dan aman bagi penerima manfaat.
Dispangtan mencatat 34 titik SPPG di Kota Cimahi. Dari jumlah itu, 29 titik sudah beroperasi. Mereka terus memperluas kerja sama dengan UMKM serta pemasok lokal. Mereka melakukan ini agar program MBG berjalan lebih efektif dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.






